
Seperti diketahui, bahwa umat islam selalu diberi kemudahan dalam beribadah kepada Allah SWT. Hal yang seharusnya menjadi kewajiban dan syarat sah juga bisa memakai alternatif tertentu. Seperti pembahasan kali ini adalah cara tayamum yang benar.
Wudhu merupakan syarat sahnya sholat. Apabila dalam melaksanakan sholat tidak memenuhi kewajiban tersebut, maka sholat pun tidak sah. Namun, pada saat akan melaksanakan sholat ada beberapa hal yang memungkinkan tidak bisa berwudhu, lantas bagaimana demikian?
Syarat Diperbolehkan Untuk Cara Tayamum Yang Benar
Pada saat kamu mengalami halangan tidak bisanya berwudhu, maka tayamum adalah solusinya. Tayamum merupakan cara mensucikan diri untuk menggantikan air seperti debu, pasir, ataupun tanah. Lantas, apa saja syarat yang diperbolehkan untuk melakukan tayamum?
- Tidak Ada Air Untuk Berwudhu
Syarat untuk seseorang diperbolehkan melakukan tayamum adalah jika disekitar kamu tidak ada air untuk berwudhu. Namun, keadaan ini harus dipastikan terlebih dahulu apakah di sekitar atau jangkauan kamu masih ada air atau tidak.
Banyak air yang bisa digunakan untuk bersuci atau berwudhu seperti air hujan, air sungai, air embun, air laut, dan sebagainya. Apabila jangkauan untuk memperoleh air sangatlah jauh, maka kamu diperbolehkan untuk melakukan tayamum.
- Air Yang Dibutuhkan Untuk Keselamatan Makhluk Hidup
Keadaan semacam ini juga termasuk syarat diperbolehkan seseorang melakukan tayamum. Apabila adanya air hanya untuk keselamatan jiwa makhluk hidup, maka kamu harus mendahulukannya.
Para ulama pernah berkata bahkan seekor anjir jika mengalami keausan, maka harus mendahulukan untuk memberi minum. Dan sebagai gantinya kamu bisa berwudhu dengan debu atau tanah.
- Menggunakan Debu Yang Suci
Jika kamu hendak melakukan tayamum, maka syarat yang harus kamu perhatikan adalah dengan melihat kesucian debu atau tanah. Debu yang suci adalah debu yang tidak mengandung najis.
Hal yang harus kamu ingat adalah pemakaian debu dalam bertayamum adalah tidak boleh digunakan berulang kali, sudah bercampur kapur, maupun benda lain yang tidak diperbolehkan.
- Bahaya Atau Tidak Mampu Dalam Keadaan Menggunakan Air
Kondisi seperti ini yang dimaksud adalah jika seseorang mengalami sakit atau kondisi tidak bisa terkena air dan membahayakan nyawa seseorang. Apabila seseorang sedang sakit dan tidak bisa menjangkau air meskipun ada air untuk bersuci, maka dapat melakukan tayamum.
Dan jika ada seseorang yang mengalami kondisi jika terkena air akan membahayakan nyawa meskipun ada air untuk bersuci, maka ia dapat melakukan tayamum.
Tata Cara Tayamum Yang Benar
Untuk melakukan cara tayamum yang benar, ada beberapa tata cara dan urutan yang harus kamu perhatikan yaitu:
- Debu Yang Digunakan
Carilah debu atau tanah di sekitar kamu yang dalam keadaan suci (tidak dipakai berulang dan terhindar dari najis atau benda tertentu).
- Menghadap Kiblat
Untuk melakukan tayamum, kamu harus menghadap ke kiblat kemudian membaca basmalah dan niat tayamum yang berbunyi Nawaitu tayamuma listibahati sholati lillahi ta’ala yang berarti “Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah SWT”.
- Letakkan Kedua Tangan Di Debu
Setelah melakukan niat tayamum, selanjutnya kamu letakkan kedua tangan ke daerah yang berdebu dengan memperhatikan posisi jari-jari tangan yang harus dirapatkan.
- Meniup Debu
Sebelum kamu mengusap ke wajah, kamu harus meniup debu yang ada di telapak tangan. Setelah itu usapkan debu tersebut ke seluruh wajah dengan merata dan pastikan kamu hanya menggunakan debu dengan sekali sentuh saja.
- Melepas Aksesoris
Langkah selanjutnya adalah apabila kamu menggunakan aksesoris di tangan, kamu bisa melepaskannya terlebih dahulu. Kemudian letakkan kembali tangan dengan jari terbuka ke arah debu tersebut.
- Mengusap Tangan
Setelah kamu melepaskan aksesoris, kemudian kamu bisa menempelkan telapak tangan ke atas punggung tangan kanan dan mengusap sampai siku. Lakukan hal yang sama kepada sisi tangan yang lain dan kembali menyatukan kedua telapak tangan yang didahului dengan mengusap jempol kanan. Setelah itu kamu bisa melakukan hal tersebut pada bagian tangan kiri juga.
- Pertemuan Kedua Telapak Tangan
Langkah terakhir yaitu pertemukan kedua telapak tangan dengan mengusap sela-sela jari tangan.
Rukun Dan Sunnah Untuk Cara Tayamum Yang Benar
Pada saat melakukan tayamum, ada juga rukun dan sunnah yang harus diperhatikan. Berikut inilah rukun tayamum:
- Membaca Niat
Untuk memulai segala sesuatu, pastinya diawali dengan niat. Niat tayamum ini dilakukan agar menjadi syarat sahnya wudhu dan memohon izin kepada Allah SWT.
- Mengusap Wajah
Mengusap wajah dengan tangan kanan ke bagian sisi kiri, dan usap wajah dengan tangan kanan ke bagian sisi kanan wajah.
- Mengusap Kedua Tangan Sampai Dengan Siku
Cara yang satu ini seperti pada saat berwudhu menggunakan air. Usap kedua tangan sampai dengan siku menggunakan telapak tangan.
- Tertib
Lakukan tata cara tayamum dengan tertib atau urut sesuai dengan ketentuan.
Sementara sunnah tayamum adalah sebagai berikut:
- Membaca Basmallah
Segala sesuatu yang akan dilakukan, hendaknya diawali dengan bacaan basmallah terlebih dahulu.
- Mendahulukan Bagian Kanan Daripada Bagian Kiri
Untuk melakukan tayamum, usahakan mendahulukan bagian kanan terlebih dahulu kemudian disusul bagian kiri.
- Menipiskan Debu
Debu yang digunakan untuk tayamum tidak terlalu banyak, maka kamu disunnahkan dengan menipiskan debu terlebih dahulu. Itulah berbagai informasi menarik mengenai cara tayamum yang benar hingga syarat, rukun dan sunah melakukan tayamum. Kamu bisa dapatkan informasi menarik lainnya hanya di website kami.
